Berpartisipasi dalam Ekspedisi Poligon 1999

agung binaiyaAda sesuatu yang berbeda kala HUT ke-54 kemerdekaan RI, dimana sebuah hajat nasional berupa ekspedisi pendakian gunung resmi diselenggarakan untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak-puncak gunung. Delapan regu pendakian akan tergabung dalam Tim Ekspedisi Poligon (TEP) ’99.

 

Ekspedisi Poligon

Ekspedisi  kolosal ini melibatkan 392 orang pendaki dari Mapala, klub pendaki gunung, Pramuka dan Koppasus dengan tujuan delapan puncak gunung di nusantara.  Kedelapan gunung yang dijadikan sasaran pendakian adalah Gunung Leuseur (3.425 m) dan Gunung Kerinci (3.805 m) di Aceh, Gunung Bukit Raya (2.278 m) di Kalimantan, Gunung Binaiya (3.019 m) di Maluku, Gunung Semeru (3.676 m) di Jawa, Gunung Agung (3.142) di Bali, Gunung Latimojong  (3.445 m) di Sulawesi, dan tentu saja  Carstenz  Pyramid (4.884 m) di Papua. Terakhir ditambahkan pula satu tim pendaki lagi untuk mengibarkan bendera di gunung Ciremai dengan peserta dari kalangan pecinta alam SMA.

Pada mulanya tujuan awal ekspedisi hanyalah pendakian puncak Carstenz Pyramid di Papua, terpilih pemanjat  Bobby Victorio Novarro mewakili Palawa Unpad dalam ekspedisi itu. Kemudian desain ekspedisi diperluas menjadi pendakian delapan puncak yaitu gunung-gunung di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Palawa Unpad pun mengirimkan para pendaki tambahan untuk berpartisipasi yaitu Riza Fahriza ke gunung Leuseur, Zaky ke gunung Bukit Raya dan Agung Nugraha ke gunung Binaiya.

Maka delapan tim pendakian yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Poligon (TEP) ’99 sejak bulan Juli berangkat menuju lokasi pendakian yang berbeda-beda. Pada tanggal 17 Agustus mereka dijadwalkan untuk melaksanakan upacara dramatis pengibaran bendera merah putih di delapan puncak gunung itu.

 

Rasa nasionalisme

Tim ekspedisi dikoordinasikan oleh Kopasus TNI AD dengan penanggungjawab kegiatan langsung oleh Danjen Kopassus Mayjen Syahril MS, sementara koordinator pendakian Kol.Inf. Pramono Edhi Wibowo.”Melalui momentum  peringatan proklamasi kemerdekaan, diharapkan makinmeningkatkan tali persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ujar Mayjen Syahril.

Tentu bukan di kesembilan gunung itu saja Merah Putih berkibar hari itu. Di banyak gunung tinggi lainnya akan selalu ada para patriot yang bersusah payah membawa replika Sang Saka untuk dikibarkan pada tanggal 17 Agustus. Mereka kerap menembus badai yang mendera di pegunungan demi menyongsong fajar kemerdekaan.

Maka pada saat yang bersamaan dengan diselenggrakannya upacara kemerdekaan di Istana Negara berkibar pula Sang Saka Merah Putih di ketinggian-ketinggian ekstrim itu. Kala pagi yang dingin menusuk tulang di puncak-puncak gunung itu, sebuah upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih  menandai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 54. Dari gunung Leuseur di Sumatera hingga Carstenz Pyramid di Papua berkibar Dwi Warna dengan gagah oleh putra-putra terbaik bangsa. Melakukan upacara di lapangan atau alun-alun kota tentulah bukan hal yang terlalu heroik namun di atas ketinggian 3.000-an meter hanya orang-orang yang benar-benar memiliki kesungguhan hati lah yang akan melakukannya.