Dua Kubu di Dipati Ukur 35

331586_10150329101514936_773754072_oSetelah selesai mabim 1992 agenda berikut Dewan Pengurus adalah pendidikan spesialisasi, hanya ada dua pilihan Caving dan Arung jeram. Spesialisasi caving tentu sudah tradisi sejak perhimpunan berdiri, menjadi skill yang diwariskan turun temurun. Namun arung jeram adalah warna baru, tak ada tradisi nya PLW berkiprah di arung jeram. Merekapun menggandeng Hiawatha yang sudah punya nama di kegiatan ini untuk mendidik darah-darah barunya.

PS arung jeram atau ORAD (Olah Raga Arus Deras) diikuti oleh Adjat, Bar, Arief, Wawan Peking, Rina, Nina, Akuy dan Djenk, sementara PS Caving dipilih Dudung, Opik, Dodi, Susyana, Butet, Flora dan Boerahaj. Kurang lebih setara perimbangannya. Namun beberapa anggota tetap emoh mengikuti keduanya.

Bais misalnya, melengos diajak mengikuti salah satu pendidikan spesialisasi itu. Caving teu beuki urang mah, pikirnya, kitu deui arung jeram paur titeuleum. Luthfi yang ngambek tak lulus mabim, menolak juga. Ke we urang mah diajar ti maraneh, bisiknya pada rekan seangkatan. Ah, meuning ulin pikir Wawan tak mau pusing.

Berbeda materi dan kurikulum latihannya, jelas dua PS ini mengambil jalan masing-masing dalam berlatih. Karena kedua belah pihak suka berkelakar, jadilah saling ledek-ledekan di sekret. “SELASA PS ORAD BINJAS DI LPS” sebuah pesan ditulis besar-besar di papan pengumuman,” PS CAVING BINJAS DI LPU” tak mau kalah. “BESOK SORE PS CAVING RAPAT DI SEKRET”, tandemnya tak mau kalah “PS ORAD JUGA”. Lucu-lucuan sebetulnya, melanjutkan suasana diklat yang penuh saling ledek.

Bagi mereka biasa saja sebetulnya, dalam berbagai hal ledek-ledekan itu sudah bagai tradisi. Bahkan tak segan homo homini lupus bila perlu. Namun Bais yang tak termasuk kedalam salah satu kubu merasa teralienasi.

“Aing geuleuh lah.. ngomongkeun teh caving jeung arung jeram we..” gerutunya.

“Hahaha.kunaon itu Bay” tanya Adjat geli melihat rekannya sensi.

“Enya kawas terbagi dua kubu we..”

“Salah maneh atuh teu miluan salah sahiji,” ujar Opik tersenyum.

“Geuleuh lah aing mah,” ujar Bais yang merasa kesepian. Ia harus menunggu beberapa waktu lagi hingga selesai perang urat syaraf kedua kubu itu, karena satelah caving di Ciampea dan arungjeram Cimanuk II barulah kedua PS dibubarkan. Dan itu sekitar dua minggu lagi.