DILATIH ALAM DILATIH MALAM

Malam baru saja berlalu

Belum sempat menyapa, pagi sudah berdiri di depan pintu. Belum kering luka-luka, sinarnya sudah menyengat kulit

Tuhan bersama orang- orang yang berani

Saat rumah-rumah merapatkan tirai dari hawa dingin, kamu justru berada di sana. Berada di medan yang belum pernah kamu kenal .

Orang-orang tidak melihatmu. Kamu justru memilih pergi. Keluar masuk hutan berbalut lumpur

Pejamkan mata sebentar.

Saat kamu berpegangan pada ranting kayu dari hutan yang perlahan ditebang. Memeluk lutut menahan dingin dan nyeri. Menahan rasa lapar seraya bibir gemetar. Menjelang fajar, suapan pertama itu membuat dadamu hangat hingga suapan terakhir membuatmu tersadar.

Tidak ada kata-kata yang keluar, ekspresimu berbicara tentang kebanggaan, keteguhan hati . Tak punya pilihan kecuali menunduk dan bertahan

Mengenal alam adalah bagian dari proses untuk belajar rendah hati

Mencintai alam adalah proses untuk saling memahami dan menghargai

Menjadi pecinta alam adalah tentang rasa hormat bukan soal jejak kaki yang pernah kita tinggalkan di puncak gunung tertinggi

Menjadi pecinta alam bukan soal derasnya air pada jeram yang kamu lalui tetapi tentang moralitas dan bertahan hidup yang paling keras

Menjadi pecinta alam bukan pula tentang kuatnya cengkraman tangan di tebing curam tetapi menyadari bahwa kita adalah bagian dari orang-orang yang terpilih untuk merawat bumi

Alam tidak untuk ditaklukkan, ia hanya ingin diperlakukan sebagaimana layaknya karena kebijaksanaan diri lahir bukan dari mereka yang paling tinggi berdiri tetapi dari mereka yang paling dalam mengerti.

Mencintai alam bukan soal hasrat, tapi tentang seberapa dalam kita bersedia melihat kebesaranNya

Alam adalah guru tanpa suara yang menuntunmu dengan beribu cara.

Dari alam kita belajar

Badainya mengajarkan kita kuat tanpa melemahkan yang lain

Gunungnya membawa kita ke tempat tertinggi tanpa merendahkan yang lain

Alam terkadang tak ramah.

Keringat bercampur darah yang kemarin jatuh menjadi awal kamu bisa bangkit

Semua luka punya waktu untuk sembuh.

Bergegaslah membaik.

Betapapun kerasnya tempaan alam disanalah kamu tumbuh jadi kamu yang sekarang.

Dan hari ini kamu melangkah dari tempat itu dengan bangga

Hari ini hari milikmu

Keberanian telah membuat jiwamu bertumbuh

Tekadmu telah menjadi pembeda antara yang bertahan dan yang tumbang

Semangatmu telah menjadi penyekat antara yang bertahan dan yang angkat tangan

Hari baru telah datang

Teruslah melangkah karena kamu telah lebih kuat daripada kemarin.

Jika hari ini kamu masih bisa melangkah, itu karena semesta memberimu kuat lebih dari yang kamu sadari

Kekuatan sesungguhnya melahirkan kesadaran. Kesadaran yang tumbuh saat kita berani melihat ke dalam

Kekuatan sejati bukan terletak pada seberapa lantang kamu bersuara di puncaknya melainkan seberapa tulus kamu menerima keberadaanmu di alam semesta

Alam telah mengajarimu berdiri

Kehidupan tak menawarkan peta pasti. Hanya langkah yang kamu pelajari sendiri untuk melihat kedepan tanpa rasa takut .

Tetaplah tegak saudaraku

Semoga setiap langkah, setiap pencarian, jatuh bangkit dan bertahannya agar tiba pada tujuan

Tetaplah untuk selalu ingat saudaraku

Suatu saat kamu akan kembali ke tempat yang sama bukan untuk mengingat tapi untuk memastikan kamu pernah disana. Tempat dimana hati belajar lapang dan melatih jiwa kuat bersama-sama

 

Penulis: Wawan Darmawan/KP