Bencana banjir bandang Sumatera (Sumbar, Sumut, Aceh) dibulan Desember 2025 merupakan bencana skala nasional yang sangat memprihatikan dengan kerugian trilyunan dan korban jiwa ribuan. Selain bencana yang dahsyat itu hampir disaat bersamaan dibeberapa lokasi juga terjadi bencana lokal yang memakan korban jiwa. Di kabupaten Bandung Barat terjadi dua bencana longsor yaitu di Arjasari dan Cisarua.
Walau tidak berharap terjadi, bencana lokal bisa jadi ajang pembelajaran baik secara personil maupun organisasi untuk kelak merespon skala yang lebih besar bahkan major disaster seperti di Sumatera. Tidak saja untuk step-step operasi dan pengorganisasiannya tapi yang lebih penting yaitu nilai-nilai kemanusiaan.
Secara personal mereka belajar untuk percaya diri, team work dan berkenalan dengan stress di lokasi bencana. Singkatnya, sekali turun ke bencana setelah kembali pulang mereka bukan lagi orang yang sama. From boys to men.
Dari perspektif relawan mahasiswa sebenarnya kalo mau progres kebencanaan harus dibawa “keluar” dari kampus. Ini hanya bisa terjadi bila alumni tetap concern dan konsisten. Mengapa kebencanaan di Palawa Unpad leading dibanding elemen lain di lingkungan UNPAD karena sudah dibawa “keluar” dari kampus.
Artinya bukan lagi mindset kerelawanan mahasiswa lagi tapi kedalam ruang pikir alumni yang lebih luas dan visioner. Bukan lagi ground operation yang sebenarnya bisa dioutsource tapi ke ranah manjerial. Sementara elemen lain di kampus mindsetnya berkutat donasi (fakultas) operasional (UKM) atau riset (lembaga seperti PRK, DRHPM).
Ketika terjadi major disaster, “war room” otomatis aktif dan sebuah desk alumni bergerak tanpa harus afiliasi-afiliasi kepada lembaga pemerintah dan kampus. Kenyang dengan pengalaman, mereka bisa merespon dengan cepat dan taktis. Disini relawan mahasiswa bisa dilibatkan sekaligus ajang pembelajaran. If you want to be a lion, train with lions.
Kita tak bisa berharap lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas bisa berbuat banyak untuk operasi kebencanaan. Mereka adalah lembaga pendidikan bukan kebencanaan, paling membantu dibidang riset dan pengabdian yang terbatas. Ditangan para alumni lah gerakan besar kemanusiaan bisa diharapkan. Dan seluruh rakyat menunggu.
@bayubhar












