Air Asia Salah Jadwal, Scoot Jadi Penguasa Bandara Kertajati

Awalnya banyak traveler terutama para backpacker berharap pada Airasia saat bandara Kertajati (KJT) operasional. Bukan tanpa alasan, tahun 2024 Airasia datang dari Kuala Lumpur dengan pesawat jet berbadan lebar Airbus A320, kesamaan bahasa, aplikasi barunya Move, juga harga yang bersaing.

Para backpacker menanti dengan antusias hanya untuk berakhir dengan menangis. Lambat laun maskapai ini pamit, seperti juga maskapai domestik yang duluan rontok di bandara kuburan ini.

Penerbangan subuh Scoot dari Changi menuju Kertajati

Scoot datang dari Singapura belakangan yaitu tahun 2025 dengan pesawat jet berbadan kecil Embraer E190, entah apa nama aplikasinya dan cas cis cus yang terlalu cepat untuk dimengerti. Harga tak beda jauh dengan Airasia.

Satu yang membuat Scoot bertahan hingga kini yaitu jadwal penerbangan pagi, sementara Airasia terlalu siang. Penerbangan pagi Scoot memungkinkan penumpang tiba di Changi (SIN) lalu bergerak lagi ke tujuan berikutnya. Sementara itu penerbangan siang Airasia sampai di Kuala Lumpur (KLIA) sore, sudah sedikit pilihan maskapai murah yang terbang ke destinasi lanjutan. Kalaupun ada berarti sampainya malam. Susah bergerak kalo tiba malam hari di bandara luar negeri, paling taksi atau tarpak.

Bandara Kertajati mungkin sepi seperti kuburan tapi penerbangan Scoot menuju Changi selalu penuh. Entah kalau dari Changi menuju Kertajati, belum pernah sih males tak banyak pilihan shuttle buat ke Bandung.

Airasia punya segalanya untuk unggul di Kertajati tapi karena kesalahan kecil berakibat fatal dan Scoot dengan cerdas menghukumnya. Maskapai Singapura itu berhasil mencuri hati para backpacker untuk terbang dari Kertajati.

@bayubhar